Ketua KANNI Semarang Tegaskan Kenaikan Pajak Kendaraan 2026 Adalah Hoaks: “Malah Ada Potongan 5%”

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 06:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Menanggapi simpang siur informasi di tengah masyarakat, Ketua Lembaga Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Kota Semarang sekaligus Sekretaris Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Kota Semarang, Johanes Krisnantoro, memberikan klarifikasi tegas terkait isu kenaikan pajak kendaraan bermotor.

Dalam pernyataannya pada Jumat (20/2/2026), Johanes mengimbau warga Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, untuk tidak mudah terhasut oleh pemberitaan yang tidak jelas sumbernya.

Johanes mengungkapkan bahwa informasi mengenai kenaikan pajak kendaraan bermotor di tahun 2026 adalah hoaks. Sebaliknya, berdasarkan pantauan dan data yang ada di Samsat, pemerintah justru memberikan stimulus bagi wajib pajak.

“Kenaikan pajak kendaraan bermotor di tahun 2026 itu adalah hoaks. Justru dari edaran yang saya lihat di Samsat, malah ada potongan pajak sebesar 5% di tahun 2026 ini,” ujar Johanes.

Edukasi Literasi Berita
Sebagai tokoh yang aktif di dunia advokasi hukum dan media, ia juga menitipkan pesan kepada masyarakat serta rekan-rekan jurnalis agar lebih teliti dalam memilah informasi. Menurutnya, menjadi pembaca yang bijak adalah kunci menjaga situasi tetap kondusif.

“Saya berharap kepada semua elemen masyarakat dan teman-teman wartawan untuk lebih bijak menanggapi berita yang beredar. Mari kita menjadi pembaca berita yang baik, jangan mudah percaya pada informasi yang tidak benar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Johanes mengajak warga untuk tetap taat memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor. Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat melalui pajak sangat krusial bagi kemajuan infrastruktur dan perkembangan daerah.

Pembangunan Daerah: Tanpa setoran pajak, pemerintah daerah akan kesulitan membiayai proyek pembangunan.

Dukung Program Pemerintah: Ketaatan pajak adalah bentuk dukungan nyata agar daerah lebih maju dan berkembang.

Jaga Kondusifitas: Menolak hoaks membantu menjaga keamanan dan kenyamanan di Jawa Tengah dan Kota Semarang.

“Mari kita dukung program kerja pemerintah. Tetap bayar pajak kendaraan kita dan jangan terpancing oleh isu-isu yang tujuannya hanya memperkeruh suasana,” pungkasnya.

Penulis : Vio Sari

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mantan Wakil Presiden RI ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun
Warga Tegalrejo Bawen Resah, Aktivitas Galian Diduga Tak Berizin Beroperasi di Zona Hijau
Polres Brebes Siap Jadi Pusat “Valet and Ride” Polda Jateng, Solusi Mudik Aman Idul Fitri 1447 H
Dugaan Galian C Ilegal di Klaten, Kapolres: Aduan Diterima Secara Transparan
Penusuk Advokat Bastian Sori Tertangkap di Semarang, 127 Pengacara KAI Bersatu
Kasus Pelecehan di Brebes Memanas: Korban LR Diteror Pelaku Lewat FB, Tantang Laporan Tak Akan Jalan Karena “Tak Punya Uang”
Sindir Pemkab Demak Lewat Aksi Nyata: Gen Z Demak Patungan Tambal Jalan Protokol yang Berlubang
Praktik Perjudian Terang-terangan Dekat Kantor Polsek Kartasura, Polisi Tak Berkutik?
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 02:47 WIB

Mantan Wakil Presiden RI ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno Wafat di Usia 90 Tahun

Minggu, 1 Maret 2026 - 05:51 WIB

Warga Tegalrejo Bawen Resah, Aktivitas Galian Diduga Tak Berizin Beroperasi di Zona Hijau

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:08 WIB

Polres Brebes Siap Jadi Pusat “Valet and Ride” Polda Jateng, Solusi Mudik Aman Idul Fitri 1447 H

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:50 WIB

Dugaan Galian C Ilegal di Klaten, Kapolres: Aduan Diterima Secara Transparan

Rabu, 25 Februari 2026 - 23:45 WIB

Kasus Pelecehan di Brebes Memanas: Korban LR Diteror Pelaku Lewat FB, Tantang Laporan Tak Akan Jalan Karena “Tak Punya Uang”

Berita Terbaru