KENDAL, 28 Januari 2026 — Penderitaan warga Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, akibat aktivitas tambang Galian C mencapai titik jenuh. Kondisi jalan umum yang kini beralih fungsi menjadi jalur distribusi kendaraan berat milik PT Fara Mukti Perkasa dan PT Bersama Abadi Sakti dilaporkan semakin tidak manusiawi.

Salah seorang warga berinisial R mengungkapkan kekesalannya terhadap kerusakan infrastruktur yang seolah dibiarkan tanpa penanganan serius. Ia menegaskan bahwa fungsi asli jalan tersebut adalah untuk mobilitas masyarakat, bukan sirkuit kendaraan tambang.
“Ini jalanan umum bukan jalan tambang. Pas saat ini penghujan, jalan serasa offroad dan seperti kubangan lumpur,” ujar R dengan nada kecewa.
Ia juga menambahkan bahwa penderitaan warga bersifat musiman namun terus menerus:
Saat Musim Kemarau Debu dari material galian berterbangan masuk ke pemukiman dan menyebabkan sesak napas bagi warga, terutama anak-anak dan lansia.
Saat musim penghujan Jalanan berubah menjadi licin dan dipenuhi lumpur pekat, menciptakan risiko kecelakaan yang tinggi bagi pengendara motor.
Meskipun perwakilan warga telah melakukan audiensi dengan jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Kendal, hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan infrastruktur yang nyata. Hal ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai transparansi penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Kami hanya ingin kembali hidup damai di tanah kelahiran kami sendiri,” tulis tuntutan warga yang merasa suara hatinya telah tertimbun oleh debu dan lumpur galian.
Masyarakat Jatirejo kini tidak lagi membutuhkan janji atau sekadar pertemuan formal. Mereka menuntut:
Perusahaan wajib membangun atau menyediakan jalur khusus tambang agar tidak merusak jalan umum.
PT Fara Mukti Perkasa dan PT Bersama Abadi Sakti harus segera melakukan pengaspalan ulang secara permanen, bukan sekadar penambalan sementara.
DPRD dan Pemkab Kendal harus turun ke lapangan untuk memastikan perusahaan tidak hanya mengeruk keuntungan, tetapi juga menjaga lingkungan dan infrastruktur desa.
Negara dan aparat penegak hukum diminta untuk segera bertindak sebelum jatuh korban jiwa akibat kondisi jalan yang menyerupai kubangan lumpur tersebut.
Penulis : Hendra
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Warga Jatirejo











