Nggak Kapok! Baru Empat Hari Bebas, Residivis Babak Belur Dihajar Warga Usai Kepergok Bobol Rumah di Ngaliyan

- Penulis

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Seorang pria berinisial AS (47), warga Semarang Utara, babak belur setelah menjadi sasaran amukan warga usai tertangkap tangan diduga melakukan aksi pencurian di sebuah rumah di wilayah Ngaliyan, Kota Semarang, pada Rabu (1/7) dini hari.

Pelaku diketahui merupakan residivis kasus pencurian yang baru menghirup udara bebas sekitar empat hari sebelum kembali diduga melakukan aksi kriminal.

Peristiwa bermula saat pemilik rumah yang sedang melaksanakan salat Subuh mendengar suara mencurigakan dari arah jendela rumahnya. Ketika memeriksa kondisi di dalam rumah, korban mendapati dua orang diduga pelaku telah masuk dan sedang mengambil sebuah tas miliknya.

Korban kemudian berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang langsung berdatangan dan melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku.

Dalam pengejaran itu, satu orang pelaku berhasil diamankan warga, sementara seorang lainnya berhasil melarikan diri dengan meninggalkan sepeda motor yang diduga digunakan saat beraksi.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sebelum tertangkap di lokasi kedua, kedua pelaku diduga lebih dahulu melakukan aksi pencurian di kawasan Duwet, Ngaliyan. Mereka kemudian kembali beraksi di kawasan Galunggung hingga akhirnya salah satu pelaku berhasil ditangkap warga.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp3 juta. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang diduga digunakan pelaku saat beraksi serta sebuah tas selempang milik korban.

Saat diamankan warga, AS sempat menjadi sasaran amukan massa hingga mengalami sejumlah luka lebam. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengevakuasi pelaku ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis sebelum dibawa ke Polsek Ngaliyan guna menjalani proses hukum.

Hasil pemeriksaan sementara mengungkap bahwa AS merupakan residivis yang telah beberapa kali keluar masuk penjara dalam perkara pencurian. Terakhir, ia baru bebas sekitar empat hari sebelum kembali diduga melakukan tindak pidana pencurian.

Kapolsek Ngaliyan, Kompol Aliet Alphard, mengatakan penyidikan masih terus dilakukan, termasuk memburu satu orang terduga pelaku yang hingga kini masih melarikan diri.

“Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku, mengumpulkan alat bukti, dan melakukan pengejaran terhadap satu orang terduga pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam peristiwa ini. Kami berkomitmen mengusut kasus ini secara profesional dan tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kompol Aliet Alphard.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Ngaliyan, Iptu N. Azam, S.H., M.H., menegaskan bahwa proses hukum terhadap tersangka tetap berlanjut.

“Tersangka kami proses lebih lanjut. Yang bersangkutan dijerat tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dalam Pasal 477 ayat (1) huruf e, huruf f, dan huruf g Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP),” tegas Iptu N. Azam.

Polisi juga masih memburu seorang terduga pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri. Penyidik terus melengkapi alat bukti serta mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku dalam aksi pencurian di lokasi lain.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, sekaligus menyerahkan setiap penanganan pelaku kepada aparat penegak hukum agar proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penulis : Dian

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel trendingjateng.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dekan FH Untag Semarang tanggapi OTT KPK di BNPB: Hukum Administrasi Negara Harus Jadi “Pisau Pembenah”
Mahasiswi UNTAG Semarang Krista Vebria Wakili Jawa Tengah di Miss Indonesia 2026
Parkiran Rumah Sakit Jadi Sasaran? Aksi DC “Gosok Noken” di RSWN Semarang Terekam Kamera!
Kombes Pol Erlin Tang Jaya Ditunjuk Jadi Kapolrestabes Semarang, Pimpinan Redaksi Trending Jateng Sampaikan Selamat Datang
Ironi Pendidikan di Grobogan! SDN Pojok Kecil Terisolasi di Tengah Hutan, Jalan Rusak, Internet Lumpuh, Guru Minim
VIRAL!! PERMINTAAN UANG DI POLRES PEKALONGAN KABUPATEN MENJADI PERHATIAN PUBLIK, ADA APA SEBENARNYA?
Diduga Cekik Istri, Pemilik Yayasan Al-Barokah Dilaporkan ke Polda Jateng
SP3 Dipertanyakan, Nomor Wartawan Diduga Diblokir Oleh Penyidik Polda Jateng: Mengapa Ruang Konfirmasi Ditutup?
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:45 WIB

Dekan FH Untag Semarang tanggapi OTT KPK di BNPB: Hukum Administrasi Negara Harus Jadi “Pisau Pembenah”

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:55 WIB

Mahasiswi UNTAG Semarang Krista Vebria Wakili Jawa Tengah di Miss Indonesia 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 03:17 WIB

Parkiran Rumah Sakit Jadi Sasaran? Aksi DC “Gosok Noken” di RSWN Semarang Terekam Kamera!

Minggu, 11 Oktober 2026 - 05:10 WIB

Kombes Pol Erlin Tang Jaya Ditunjuk Jadi Kapolrestabes Semarang, Pimpinan Redaksi Trending Jateng Sampaikan Selamat Datang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:55 WIB

Ironi Pendidikan di Grobogan! SDN Pojok Kecil Terisolasi di Tengah Hutan, Jalan Rusak, Internet Lumpuh, Guru Minim

Berita Terbaru